Liputan6.com, Jakarta - Kinerja sektor manufaktur Indonesia menorehkan catatan positif di tingkat global. Berdasarkan data terbaru World Bank, nilai Manufacturing Value Added (MVA) Indonesia pada 2025 melonjak jadi US$ 275,61 miliar dari posisi US$ 265,07 miliar pada 2024.
Capaian ini melesatkan peringkat manufaktur Indonesia ke urutan 12 dunia, naik satu level dibanding tahun sebelumnya.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia mengukuhkan dominasinya di posisi puncak. Nilai tambah manufaktur Tanah Air bahkan mencapai dua kali lipat ketimbang Thailand yang berada di peringkat