Presiden Prabowo Subianto mengajak Rusia untuk meningkatkan volume perdagangan dengan Indonesia. Dia mengajak Rusia untuk membesut free trade agreement (FTA) atau perjanjian dagang bebas.
Mulanya, Prabowo mengungkapkan Indonesia dan Rusia memiliki kekuatan yang dapat menyempurnakan satu sama lain. Rusia, disebut Prabowo memiliki gandum, pupuk, energi, ilmu pengetahuan, dan rekayasa teknologi yang maju.
Sementara itu, Indonesia memiliki kelapa sawit, perikanan, kopi, karet, tekstil, furnitur, barang konsumsi, tenaga kerja muda, serta pintu gerbang menuju 680 juta penduduk di Kawasan Asia Tenggara.