JAKARTA, KOMPAS.com — Integrasi data ekspor hingga tingkat transaksi yang mulai dibangun PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI dinilai berpotensi memperkuat kemampuan Indonesia membaca alur perdagangan. Integrasi ini juga dinilai bisa membantu mengoptimalkan nilai ekonomi komoditas strategis.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin mengatakan, visibilitas perdagangan semakin penting di tengah tekanan terhadap kinerja ekspor dan meningkatnya ketidakpastian global.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit 1,61 miliar dollar AS pada Mei 2026. Kondisi ini