Pontianak (ANTARA) - Link-AR Borneo mendesak pemerintah mengevaluasi dan menindak korporasi yang wilayah konsesinya terindikasi menjadi lokasi kebakaran, di tengah berulangnya bencana asap di Kalimantan Barat.
"Menurut data yang kami himpun, Kementerian Kehutanan melalui SiPongi mencatat 6.526 titik panas di Kalimantan Barat hingga 29 Agustus 2026, menjadikan provinsi tersebut sebagai salah satu daerah dengan jumlah titik panas tertinggi secara nasional," kata Direktur Link-AR Borneo Ahmad Syukri di Pontianak, Kamis.
Namun, menurut dia, penanganan kebakaran hutan dan lahan selama ini belum