REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai terdapat kesenjangan lebar antara target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto dengan realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. INDEF melihat target tersebut ambisius sehingga membutuhkan upaya ekstra dan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Direktur Eksekutif INDEF Esther Sri Astuti mengatakan rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia pada periode 2021-2025 hanya berada di kisaran 4,8 persen. Artinya, masih terdapat jarak sekitar 3,2 poin persentase yang harus dikejar