Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memperkuat deradikalisasi berbasis kasus dan hasil guna mengurangi risiko penerima program kembali terlibat dalam jaringan maupun aksi terorisme.
Kepala BNPT Eddy Hartono mengatakan di Jakarta, Kamis, pendekatan tersebut diperlukan agar deradikalisasi tidak berhenti pada pembinaan di lembaga pemasyarakatan, tetapi berlanjut hingga proses reintegrasi sosial.
"Pendekatan berbasis kasus memungkinkan setiap perkembangan individu dipantau secara lebih terukur sejak tahap penahanan, pembinaan di lembaga pemasyarakatan, hingga proses reintegrasi sosial," kata Eddy.
Menurut dia, pendekatan tersebut