JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah warga terpaksa mengalokasikan dana lain untuk membeli bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang harganya kembali naik per 1 September 2026.
Salah satunya, warga Jakarta Selatan, Sakti (26), yang terpaksa mengorbankan uang jajannya untuk membeli bensin yang harganya dinilai semakin mahal.
"Harusnya kan Rp 40.000 dialokasi buat jajan, ini kok buat jajan bensin, bukan buat jajan perut, kayak gitu," ungkap dia kepada Kompas.com, Kamis (3/9/2026).
Menurutnya, sebelum harga Pertamax Turbo naik, uang yang harus dikeluarkan hanya sekitar