Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah Amerika Serikat (AS) mendadak mengoreksi pernyataannya soal serangan siber yang diduga dilakukan peretas China. Sejumlah lembaga pemerintah AS yang sebelumnya disebut sebagai "korban" peretasan kini dinyatakan baru menjadi "target" kelompok peretas tersebut.
Departemen Kehakiman AS (Department of Justice/DOJ) pada Jumat (28/8) mengubah pernyataan sebelumnya terkait kelompok peretas yang diduga disponsori pemerintah China, QTFY.
Dalam pernyataan, DOJ menyebut Senat AS, Federal Reserve, NASA, dan sejumlah lembaga lainnya termasuk di antara target QTFY. Kelompok tersebut diidentifikasi pejabat