TRIBUNNEWS, JAKARTA — Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan neraca perdagangan Indonesia mengalami defisit US$1,61 miliar pada Mei 2026.
Kondisi tersebut mengakhiri tren surplus perdagangan selama 72 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.
Pada Juni 2026, neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit sebesar US$450 juta.
Sedangkan, periode Juli 2026 tercatat surplus sebesar US$120 juta.
Ekonom Universitas Gadjah Mada (UGM) Eddy Junarsin mengatakan, kondisi tersebut perlu menjadi momentum untuk mengevaluasi strategi ekspor Indonesia.
“Pada kuartal yang baru dirilis, neraca perdagangan kita bahkan