Singapura, Beritasatu.com – Harga minyak mentah naik hampir 1% pada awal perdagangan Rabu (2/9/2026), melanjutkan penguatan tajam pada sesi sebelumnya. Kenaikan dipicu meningkatnya kekhawatiran gangguan pasokan setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran saling melancarkan serangan pada Selasa (1/9/2026) malam hingga Rabu dini hari.
Eskalasi tersebut semakin memperkecil harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah dalam waktu dekat, sehingga meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kelancaran pasokan minyak global.
Harga minyak Brent berjangka naik 87 sen atau 0,92% menjadi US$ 95,52 per barel.