JAKARTA, KOMPAS.com - Penasihat Khusus Presiden Bidang Haji sekaligus eks Menteri Agama ad interim, Muhadjir Effendy, mengungkap asal-usul upaya pengalihan tambahan kuota haji sebanyak 10.000 jemaah pada 2022.
Permohonan pengalihan itu bermula dari usulan Forum SATHU (Silaturahmi Asosiasi Travel Haji dan Umrah), tetapi prosesnya terhenti setelah Pemerintah Arab Saudi menolak permohonan tersebut.
Kesaksian Muhadjir menjadi salah satu bagian dalam persidangan perkara dugaan korupsi pengelolaan kuota haji periode 2023-2024 yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan sejumlah terdakwa lainnya.