REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) mendorong para pelaku industri kosmetik untuk menerapkan praktik perdagangan yang bertanggung jawab, terutama dalam penyampaian klaim produk di ranah digital. Langkah ini dinilai krusial di tengah masifnya perkembangan e-commerce yang membuka peluang sekaligus tantangan baru bagi industri kecantikan.
Tim Kebijakan Publik dan Keberlanjutan Perkosmi, Ribut Purwanti, menekankan bahwa setiap klaim produk harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. “Tentunya bagaimana cara mempertanggungjawabkannya, melalui dengan sains apakah ada temuan ilmiahnya yang bisa untuk mem-backup itu,”