Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengklaim tren titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menunjukkan penurunan sepanjang akhir Agustus 2026.
Kata dia, penurunan hotspot merupakan hasil kombinasi berbagai faktor, mulai dari upaya pemadaman di lapangan hingga meningkatnya kesadaran masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
"Jadi kalau angkanya menurun hari ini, ini kombinasi dari semua faktor tapi ucapan terima kasih saya kepada masyarakat Indonesia yang paling tidak pada data hari ini," kata Raja Juli kepada wartawan,