Liputan6.com, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengungkapkan warga negara Indonesia (WNI) diduga direkrut untuk menjadi tentara Rusia dengan modus tawaran pekerjaan sebagai satuan pengamanan (satpam) dan tenaga administrasi.
Informasi tersebut diperoleh dari otoritas intelijen Indonesia. Para WNI ditawari pekerjaan dengan iming-iming gaji besar sebelum akhirnya dikirim untuk menjadi tentara.
“Jadi kami mendapatkan informasi dari otoritas intelijen kita bahwa perekrutan tentara itu kemudian dilakukan oleh negara pihak ketiga, yang kemudian membuat seolah-olah itu adalah lowongan satuan pengamanan