Tokyo (ANTARA) - Badan Urusan Konsumen Jepang, Selasa, akan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis keluhan yang masuk ke pusat-pusat layanan konsumen di seluruh negeri, guna mendeteksi skema penipuan penjualan lebih dini dan meminimalkan kerugian masyarakat.
Badan tersebut bertujuan mengidentifikasi muslihat, seperti skema ponzi, di mana pelaku mengalihkan dana dari investor baru untuk pembayaran tanpa benar-benar menginvestasikan uang tersebut.
Selain itu, badan itu juga akan berbagi informasi dengan kepolisian serta lembaga keuangan.
Badan tersebut juga akan memanfaatkan Genai, platform