TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi Selatan (Sulsel) dinilai berpotensi mengganggu aktivitas usaha, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Akademisi Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Anas Iswanto Anwar, meminta PT PLN (Persero) menyampaikan jadwal pemadaman secara terbuka dan sedini mungkin agar pelaku usaha dapat menyesuaikan aktivitas produksi.
Pemadaman bergilir dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah sejak Minggu (30/8/2026). PT PLN memperkirakan pengaturan beban dan pemeliharaan fasilitas ketenagalistrikan berlangsung hingga Kamis (3/9/2026).
Prof Anas mengatakan