Dua tahun lalu, ketika Bunga (bukan nama sebenarnya) masih berusia 16 tahun, niatnya cuma satu saat bermain media sosial: mencari teman. Tapi siapa sangka, upaya mencari teman itu berujung nestapa.
Di sebuah aplikasi ia berkenalan dengan seorang laki-laki dewasa. Mereka bertukar nama, umur dan hal-hal kecil yang biasa ditukar dalam perkenalan. Bunga tidak memberikan alamatnya. Ia merasa sudah cukup berhati-hati. Percakapannya sendiri terasa biasa saja.
"Ngobrol apa aja, nyambung," kata Bunga. "Enggak ada yang jahat atau aneh."
Percakapan lalu berpindah