Jakarta, Beritasatu.com - Saham produsen kendaraan listrik asal China, BYD, merosot hampir 5% pada perdagangan Senin (31/8/2026). Penurunan terjadi setelah perusahaan merilis kinerja sementara semester I 2026 yang menunjukkan tekanan pada pendapatan dan laba bersih di tengah ketatnya persaingan pasar otomotif China.
Tekanan terhadap kinerja BYD terutama datang dari permintaan domestik China yang lesu dan persaingan yang semakin ketat. Di sisi lain, perusahaan masih mencatat pertumbuhan kuat di pasar luar negeri melalui peningkatan ekspor kendaraan.
Pada kuartal II 2026, laba