Seorang aktivis perempuan yang lari dari ancaman rezim Iran justru dideportasi Amerika Serikat (AS) ke Republik Afrika Tengah, negara yang tak pernah ia injak dan dinilai berbahaya oleh AS. Dia pergi dari Iran dan mencari suaka di AS karena merasa nyawanya terancam.
Perempuan bernama samaran Nika itu menghabiskan masa mudanya berunjuk rasa menentang pemerintah Iran. Ia mengaku sejumlah temannya tewas dibunuh rezim dan sisanya dipenjara.
"Saya tahu, kalau saya di Iran, mereka akan membunuh saya," kata Nika, dikutip CNN, Sabtu