Kathmandu, Beritasatu.com – Pemerintah Nepal mengumumkan akan terlebih dahulu mengawetkan sampel DNA dan informasi pengenal lainnya dari jenazah korban banjir yang belum dapat diidentifikasi sebelum dimakamkan.
Kebijakan yang disampaikan Perdana Menteri Nepal Balendra Shah pada Sabtu (29/8/2026) waktu setempat tersebut diterapkan di tengah terus bertambahnya jumlah korban tewas akibat bencana yang melanda wilayah Nepal dan Tibet.
Pihak berwenang mengatakan sejumlah jenazah yang ditemukan telah mengalami pembusukan sehingga sulit dikenali. Sejumlah jenazah dimakamkan setelah proses formalitas hukum diselesaikan, antara lain karena