Ramallah/Istanbul (ANTARA) - Palestina mendesak aksi nyata internasional untuk mengakhiri aksi kekerasan setelah Israel meningkatkan serangan tentara dan pemukim ilegal di Al-Mughayyir, Tepi Barat, untuk mengisolasi wilayah tersebut dan memaksa penduduknya mengungsi.
Dalam pernyataan pada Sabtu (29/8), Kementerian Luar Negeri Palestina mengatakan Israel telah memberlakukan "pengepungan yang mencekikā terhadap kota di timur laut Ramallah itu selama 20 hari terakhir.
Israel menutup pintu-pintu masuk kota dan hanya mengizinkan warga keluar atau bergerak selama dua jam setiap hari, menurut kementerian tersebut.
Langkah