TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang, Achmad Gazali, menyoroti pentingnya menjaga kebebasan hati nurani dan keutuhan marwah organisasi dalam gelaran Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama di Jombang.
Gazali menegaskan bahwa Muktamar merupakan forum tertinggi jamâiyah yang memiliki amanah besar untuk menentukan arah organisasi serta memilih pemimpin, sehingga harus steril dari praktik risywah atau politik uang.
"Muktamar bukan pasar suara. Mandat organisasi bukan barang dagangan. Hati nurani peserta Muktamar bukan komoditas yang boleh ditukar dengan uang, fasilitas,