TRIBUNNEWS.COM - Penasihat Panitia Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), Muhammad Romahurmuziy, mengatakan pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui sistem Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dilakukan dengan pertimbangan untuk menghindari perpecahan di internal organisasi.
Dalam sejarahnya, pemilihan calon Ketua Umum PBNU melalui mekanisme AHWA baru dilakukan pertama kali pada Muktamar ke-35 NU.
Pemilihan Ketum PBNU berlangsung Minggu (30/8/2026) dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Gus Romi, sapaan akrab Muhammad Romahurmuziy, mengakui sistem pemilihan langsung