TRIBUNNEWS.COM, JOMBANG — Bagi Prof. Greg Barton, Nahdlatul Ulama (NU) bukan sekadar objek penelitian.
Selama hampir empat dekade, organisasi Islam itu menjadi bagian penting dari perjalanan intelektual dan persahabatannya dengan KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur.
Peneliti asal Australia itu pertama kali bertemu Gus Dur pada 1988 ketika mengerjakan disertasi doktoral tentang gerakan pembaruan pemikiran Islam di Indonesia.
Pertemuan di kantor PBNU tersebut kemudian berkembang menjadi persahabatan yang berlangsung hingga Gus Dur menjadi presiden.
“Saya langsung ke kantornya Gus di