REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Polemik mengenai keberangkatan sejumlah atlet tunarungu Indonesia ke ajang kejuaraan internasional yang disebut harus menggalang dana secara mandiri mendapat klarifikasi resmi dari induk organisasi olahraga tunarungu Indonesia.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Atlet Tunarungu Indonesia (DPP PATRIN), Dimyati Hakim, bersama Wakil Sekretaris Jenderal DPP PATRIN, Agung Baghaskoro.
Dalam keterangannya, PATRIN menegaskan bahwa PATRIN atau yang di kancah internasional, organisasi ini dikenal dengan nama IADA (Indonesian Association of the Deaf Athlete) merupakan satu-satunya