TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR — Perubahan pola transaksi masyarakat mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang pasar rakyat di Bali beradaptasi dengan sistem pembayaran digital.
Perluasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) menjadi salah satu bagian dari perubahan tersebut, termasuk di pusat perdagangan yang selama ini banyak mengandalkan transaksi tunai.
Kebutuhan digitalisasi pembayaran memiliki konteks yang cukup kuat di Bali. Selain menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat lokal, pasar rakyat dan sentra kerajinan juga terhubung langsung dengan sektor pariwisata.