Seorang perempuan asal Iran menjadi satu dari sekian migran yang dideportasi oleh pemerintah Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump ke sejumlah negara.
Langkah tersebut diambil Pemerintahan Trump setelah para hakim di AS melarang pengiriman para migran kembali ke negara asal mereka.
Menyikapi larangan tersebut, Washington akhirnya membuat puluhan kesepakatan dengan sejumlah negara ketiga. Nika, nama samaran, merupakan satu dari sekian banyak pencari suaka yang terdampak oleh kebijakan ini.
Nika menceritakan sebagian besar masa mudanya dihabiskan untuk memprotes rezim pemerintah