REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menetapkan perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Ketua umum tidak lagi semata-mata dipilih secara langsung oleh peserta muktamar, melainkan akan dipilih melalui Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya dilakukan penjaringan maksimal lima nama kandidat oleh peserta muktamar.
Wakil Ketua Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU Asrorun Niam Sholeh menjelaskan, keputusan tersebut merupakan hasil pembahasan di Komisi Organisasi PBNU yang kemudian dilanjutkan dengan pemungutan suara.
Menurut Niam, dalam forum