TRIBUNNEWS.COM - Upaya penyelamatan telah memasuki hari kelima di Nepal dan Tibet setelah banjir bandang menghancurkan daerah perbatasan pada Rabu (26/8/2026), dilansir BBC.com.
Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) dan pejabat setempat meyakini aliran air, lumpur, dan puing-puing dahsyat tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser.
Di Nepal, setidaknya 675 orang tewas, menurut badan penanggulangan bencana negara tersebut.
Disebutkan bahwa lebih dari 2.400 orang hilang, sementara lebih dari 18.700 petugas penyelamat telah dikerahkan.
Di Tibet, jumlah korban tewas resmi mencapai tujuh orang