Liputan6.com, Moskow - Pemimpin Soviet Vladimir Lenin ditembak dua kali oleh Fanya Kaplan, anggota Partai Revolusioner Sosialis Rusia, setelah berpidato di sebuah pabrik di Moskow pada 30 Agustus 1918.
Dikutip dari History.com, Minggu (30/8/2026), Lenin mengalami luka parah tetapi selamat dari serangan tersebut. Upaya pembunuhan itu kemudian memicu gelombang pembalasan oleh kaum Bolshevik terhadap kelompok Revolusioner Sosial dan para lawan politik lainnya.
Ribuan orang dieksekusi ketika Rusia semakin terjerumus ke dalam perang saudara.
Lenin lahir dengan nama Vladimir Ilich Ulyanov