Di tengah hiruk-pikuk kota lama Surabaya, ada sebuah jembatan yang mungkin dilewati banyak orang tanpa pernah bertanya: siapa yang memberinya nama?
Namanya Jembatan Tjantian. Kini, nama itu nyaris hilang dari ingatan warga Surabaya. Generasi muda mungkin lebih mengenal kawasan Kapasan, Pabean, atau Pegirian. Tetapi Tjantian seperti sebuah nama yang tertinggal di halaman lama sejarah kota.
Padahal, jembatan ini bukan sekadar penghubung jalan. Ia menyimpan cerita tentang perubahan wajah Surabaya. Tentang kampung-kampung lama. Tentang perdagangan. Tentang orang-orang Tionghoa. Tentang industri rumahan.