Dua puluh delapan tahun setelah Reformasi 1998, demokrasi Indonesia kembali menghadapi ujian. Pada Kamis (27/8), ribuan orang memadati kawasan Gedung DPR/MPR RI di Jakarta. Mereka membawa tuntutan yang tidak asing: pemberantasan korupsi, pengesahan RUU Perampasan Aset, perbaikan kehidupan ekonomi, dan penyelesaian berbagai agenda reformasi. Aksi yang relatif tertib kemudian diwarnai ketegangan, perusakan pagar, pembakaran, bentrokan dengan aparat, hingga meluas ke kawasan Slipi dan Pejompongan.
Ini bukan ujian pertama. Demo 27 Agustus 2026 hanyalah episode terbaru dari perjalanan panjang demokrasi Indonesia.