Jakarta, CNBC Indonesia - Ketua Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh, mengejutkan pasar dengan sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) masih melihat risiko inflasi sebagai persoalan serius. Pernyataan tersebut langsung mengerek imbal hasil (yield) obligasi Treasury AS, terutama tenor jangka pendek, sekaligus menekan pasar saham.
Melansir The Wall Street Journal (WSJ), Warsh mengatakan The Fed mungkin masih perlu "berusaha lebih keras" untuk mengendalikan inflasi. Pernyataan ini membuat pasar kembali memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed September