Iran membantah laporan yang menyebut Teheran berencana untuk menargetkan Barron Trump, putra bungsu Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, dalam serangan. Otoritas Teheran mengecam laporan semacam itu sebagai propaganda rekaan.
Bantahan dan kecaman itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Sabtu (29/8/2026), disampaikan oleh Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezaei, dalam pernyataannya pekan ini.
Rezaei juga menyebut laporan tersebut sebagai tipu muslihat Netanyahu, merujuk pada Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu.