Ada kegelisahan yang terus muncul dalam sejarah umat Islam modern: apakah menjadi modern berarti menjadi semakin jauh dari agama? Pertanyaan ini tampak sederhana, tetapi sesungguhnya menyimpan kecemasan yang panjang tentang identitas, perubahan, ilmu pengetahuan, kebudayaan Barat, dan masa depan Islam.
Nurcholish Madjid (Cak Nur) memasuki kegelisahan itu bukan dengan meminta umat Islam memilih salah satu antara Islam dan modernitas, melainkan dengan mempertanyakan dikotomi tersebut sejak awal. Baginya, seorang Muslim tidak perlu menjadi kurang Muslim agar dapat menjadi modern, sebagaimana ia