REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG – Jaringan Gusdurian mendorong Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) menjadi momentum untuk memperkuat kemandirian, integritas, dan keberpihakan organisasi kepada jamaah serta kemaslahatan masyarakat.
Menurut Heru, Muktamar NU ke-35 tidak semestinya hanya dipandang sebagai forum pergantian kepengurusan. Muktamar harus menjadi ruang untuk meneguhkan kembali marwah, kemandirian, dan arah perjuangan NU memasuki abad kedua.
Kepengurusan NU dinilai harus lahir dari pertimbangan keilmuan, integritas, kapasitas, akhlak, keteladanan, serta kemampuan mengemban amanah.
Selain politik uang, Mubes Warga NU juga menyerukan agar seluruh