REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan generasi muda agar tidak terbawa fear of missing out (FOMO) dan fear of other people's opinions (FOPO) dalam mengelola keuangan. Kebiasaan tersebut perlu dihindari seiring semakin berkembangnya layanan keuangan digital.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Dicky Kartikoyono mengatakan literasi keuangan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memahami produk keuangan. Literasi juga diperlukan untuk membentuk kebiasaan mengelola uang secara disiplin dan mampu mengendalikan diri.
“Tujuan peningkatan