(“The Mawlid is the festival of the heart” — Annemarie Schimmel)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akhirnya bulan penuh festival itu datang juga seperti musim semi yang hadir dihiasi kuncup bunga bermekaran beraneka ragam warna.
Tidak ada bulan penuh warna-warni seperti bulan Rabiul Awal yang hampir setiap harinya dibacakan aneka pujian, akhlak mulia, mukjizat dan sejarah seorang manusia agung yang bernama Muhammad Rasulullah.
Di anak benua Indo-Pakistan dan India, langit seperti penuh bintang dengan hiasan lampu-lampu yang bergelantungan. Na'at atau puisi dilantunkan,