Liputan6.com, Jakarta - Tren kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), khususnya agentic AI, menuntut perusahaan bertransformasi cepat. Namun, kendala utama yang sering dihadapi sektor korporasi adalah fragmentasi infrastruktur.
Aplikasi dan data krusial umumnya masih tersebar di lingkungan virtualisasi maupun container, sehingga adopsi AI kerap memaksa perusahaan merombak total sistem TI atau membangun silo baru yang memicu pembengkakan biaya.
Menjawab tantangan tersebut, Nutanix memperkenalkan Nutanix Enterprise AI (NAI) 2.8 serta mengumumkan Nutanix Kubernetes Platform (NKP) 2.19 yang akan segera hadir.
Melalui pembaruan ini,