Los Angeles (ANTARA) - Sebuah studi baru yang diterbitkan Kamis di jurnal Science menemukan bahwa fluktuasi suhu terkait El Nino di Pasifik telah menjadi lebih kuat daripada titik mana pun yang diukur pada bagian pra-industri dari catatan sekitar 1.000 tahun.
Temuan ini menambah bukti bahwa pemanasan global mungkin mengubah El Nino-Southern Oscillation (ENSO), siklus iklim alami yang memengaruhi cuaca di seluruh dunia.
Studi tersebut menemukan bahwa variabilitas ENSO dalam beberapa dekade terakhir lebih tinggi 36 persen dibandingkan pada periode praindustri,