REPUBLIKA.CO.ID, JOMBANG -- Perbedaan pandangan mengenai mekanisme pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengemuka dalam Sidang Komisi Organisasi Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur.
Ketua PBNU, KH Ulil Abshar Abdalla (Gus Ulil) mempertahankan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU secara langsung oleh muktamirin. Sementara Ketua PBNU KH Fahrur Rozi atau Gus Fahrur mendorong mekanisme pemilihan Ketum PBNU ditunjuk langsung oleh tim AHWA.
Gus Ulil menilai mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU merupakan persoalan prinsipil