Di tengah suasana pascagempa Nusa Tenggara Timur (NTT), ada kisah pengabdian sederhana yang datang dari seorang santri berusia 14 tahun. Namanya Rubiyati. Ketika banyak warga memilih kembali ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga, Rubiyati justru memilih tetap tinggal di posko untuk mengabdi, Jum’at (28/08/2026).
Rubiyati merupakan santri Pondok Pesantren Ar-Rahimiyyah, Desa Pota 2, Kecamatan Sambirampas, Kabupaten Manggarai Timur. Ia berasal dari Tembalajar, Desa Nanga Mbaur, Kecamatan Sambirampas.
Alih-alih pulang ke kampung halaman, Rubiyati memilih bertahan di posko dan membantu