Helsinki (ANTARA) - Perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia membuat sekitar 560 juta anak di seluruh dunia terpapar setidaknya satu bulan tambahan panas berbahaya setiap tahun, dengan generasi yang lebih muda menanggung dampak yang tidak proporsional, kata Universitas Finlandia Timur (University of Eastern Finland/UEF) pada Kamis (27/8).
Studi yang dipimpin oleh Vrije Universiteit Brussel (VUB) dengan kontribusi para peneliti UEF tersebut menemukan bahwa sekitar 43 persen anak berusia 9 tahun ke bawah kini mengalami setidaknya 30 hari tambahan stres panas