Shah Alam (Kemenag) --- Lembaran yang mulai rapuh dan tinta yang perlahan memudar tidak boleh ikut menghapus pengetahuan yang tersimpan selama hampir dua abad. Manuskrip Al-Qur’an peninggalan ulama Aceh, Teungku Chik Lampaloh atau Syekh Abdurrahman Lampaloh, kini mulai didigitalisasi agar warisan intelektual Islam Nusantara itu tetap dapat dipelajari generasi mendatang.
Diperkirakan berusia sekitar 180 tahun, manuskrip tulisan tangan tersebut tidak hanya memuat teks Al-Qur’an. Di dalamnya juga terdapat berbagai catatan yang merekam tradisi keilmuan Islam, jaringan pengetahuan, hingga kehidupan sosial-keagamaan