Jauh sebelum presentasi dengan layar menjadi bagian dari rapat dan seminar, Muhammadiyah telah mengawalinya. Dalam kongres yang ke-15, sekarang namanya berganti menjadi Muktamar, Muhammadiyah pada 1926 menggunakan teknologi proyeksi.
Surabaya, 2 Maret 1926. Malam telah turun ketika sekitar 1.000 orang memenuhi Stadstuin-Theater. Di antara mereka terdapat anggota kepanduan dan kaum perempuan. Tempat itu menjadi lokasi lanjutan Muktamar Muhammadiyah yang tengah berlangsung di Surabaya, 25 Februari – 3 Maret 1926.
Tepat pukul 20.00 malam, ketua sidang yang sekaligus Ketua (Umum) Pengurus