Oleh: Iwan Rudi Saktiawan, Pengamat Ekonomi Syariah, Saat Ini Bekerja di KNEKS
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perekonomian Indonesia tengah memperlihatkan sebuah paradoks. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi triwulan II-2026 mencapai 5,29% secara tahunan (yoy), dengan akumulasi semester I-2026 berada di angka 5,45%. Namun, hanya dua pekan setelahnya, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% untuk membendung dampak gejolak global—mulai dari konflik geopolitik di Timur Tengah, tekanan harga energi, hingga potensi depresiasi rupiah.
Paradoks ini menegaskan bahwa indikator keberhasilan ekonomi