REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un sedang menikmati posisi tawar geopolitik yang jauh berbeda dibandingkan ketika pertama kali bertemu Donald Trump delapan tahun lalu. Presiden Amerika Serikat (AS) itu ingin bertemu dengannya lagi, Rusia semakin bergantung pada pasokan militer Pyongyang dalam perang Ukraina, sementara China bergerak memperkuat kembali hubungan dengan Korea Utara di tengah semakin eratnya hubungan Kim dengan Moskow.
Perkembangan dalam beberapa hari terakhir memperlihatkan mengapa perhatian tiga kekuatan besar itu kini tertuju kepada Pyongyang. Reuters pada