TRIBUNNEWS.COM - Direktur Rumah Politik Indonesia, Fernando Emas, menilai alasan Polda Metro Jaya terkait rekening Koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono alias Botok, mengada-ada.
Botok mengaku rekening miliknya diblokir menjelang rencana aksi demonstrasi di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Ada dua hal yang menjadi tuntutan aksi, yakni pengesahan perampasan aset koruptor dan hukuman mati koruptor.
Namun, Polda Metro Jaya membantah melakukan pemblokiran terhadap rekening milik Botok.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menegaskan pihaknya hanya