AGRESIVITAS dalam berkomunikasi sering menjadi warna yang mencolok di panggung geopolitik abad 21.
Bangkitnya populisme dengan polarisasi sebagai pola utama narasinya, menyebabkan percakapan antarnegara sering terasa seperti medan perang.
Retorika yang menyerang semakin mudah ditampilkan. Para pemimpin gampang mencela lawan, namun sulit menerima kritik.
Ini telah menjadi fenomena global. Ciri ini bisa ditemukan pada Donald Trump di AS, Javier Milei di Argentina, bahkan Recep Tayyip Erdo?an di Turki.
Ironisnya, banyak yang menganggap gaya ini efektif. Ia menjalar.
Berbicara dengan konfrontatif,