SETIAP kali musim kemarau datang, negara ini seperti mengulang cerita sama.
Asap mulai terlihat di cakrawala, titik panas bermunculan, kualitas udara memburuk, sekolah terpaksa mengurangi aktivitas, rumah sakit bersiap menerima pasien dengan gangguan pernapasan, dan pemerintah kembali sibuk memadamkan api.
Ironisnya, kebakaran lahan sering diperlakukan seolah-olah sebagai bencana alam yang datang tanpa bisa dicegah.
Padahal, banyak kebakaran lahan bukanlah fenomena alam yang tiba-tiba muncul.
Masalahnya bukan sekadar apakah kita mampu memadamkan api, tetapi apakah kita mampu membuat orang tidak punya